15 Keluarga Akan Terima Manfaat Program PENA 2024

img

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, TANJUNG REDEB : Kabupaten Berau kembali menerima bantuan dari Program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) dari Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Berau yang menyasar pada masyarakat miskin atau kurang mampu.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Marwati mengatakan sebanyak 15 keluarga akan mendapatkan manfaat dari program pengentasan kemiskinan di tahun 2024 ini.

Tujuan Bantuan tersebut adalah  untuk masyarakat kurang mampu yang berkeinginan membuka usaha. Sebesar Rp 5 juta akan diterima oleh para penerima bantuan PENA.

"Jadi tujuan bantuan ini, bagi mereka penerima manfaat yang membutuhkan modal tambahan atau baru ingin memulai usaha agar bisa mentas dari penerima bantuan sosial pemerintah lainnya," ucapnya.

Penyerahan bantuan modal usaha program PENA baru pertama kalinya di Kabupaten Berau melalui sumber pembiayaan dari APBN. Selain itu, bentuk bantuan nantinya akan disesuaikan oleh yang diminta pemohon, kemudian Dinsos menyampaikannya ke instansi terkait.

Ia memberitahu bahwa Dibandingkan penerima bantuan sosial, jumlah graduasi mandiri sangat timpang. Marwati menjelaskan, saat ini saja jumlah penerima bantuan sembako sebanyak 4.496 keluraga sedangkan yang ikut program PENA sangat sedikit sekali.

"Itu lantaran mereka tidak mau kelihangan bantuan yang lainnya, yang sudah mereka terima saat ini, seperti PKH, BPNT dan lainya," tegasnya.

Selain itu, para penerima bantuan PENA tetap akan dikawal oleh pendamping PKH. Bisa jadi, mereka diusulkan mendapat bantuan permodalan lanjutan. Dan Para pendamping nantinya akan melalukan pemantauan selama enam bulan sampai melihat hasil usaha para penerima bantuan.

Selanjutnya, Pihaknya terus mengupayakan untuk meningkatkan kesejahteraan seharusnya mampu mengentaskannya dari ketergantungan bantuan sosial.

"Bantuan sosial harus tepat sasaran. Kalau sudah mampu secara finansial, seharusnya mentas. Ini yang selalu kami sosialisasikan ke masyarakat," katanya.

Ia menyampaikan bahwa Kemensos RI saat ini memprioritaskan bantuan yang diberikan ke arah pemberdayaan masyarakat, sehingga diharapkan memberikan stimulan kepada warga untuk berpikir mandiri, memiliki inovasi dan kreasi

"Kami berharap, mereka bisa keluar dari bantuan sosial yang lainnya dan bisa lebih mandiri," tutupnya. (Sep/Nad)